Selain aktif di bidang pendidikan, Jami’at Kheir
juga bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan mempunyai kepedulian yang
tinggi akan nasib orang-orang Islam di berbagai belahan dunia. Pada tahun 1912,
Jami’at Kheir menyelenggarakan upacara bela sungkawa atas gugur dan syahidnya
para pejuang Tripoli Barat dalam pertempuran melawan tentara penjajahan Italia.
Jami’at Kheir pun mengumpulkan bantuan yang akan ditujukan kepada anak-anak
para pejuang di sana. Bantuan ini juga ditujukan untuk daerah-daerah lain yang
terkena bencana alam, serta untuk pembangunan kereta api di Hijaz (kini masuk
wilayah Arab Saudi).
Karena aktivitas tersebut, Jami’at Kheir dan
nama baiknya pun tersebar di dalam Nederlands-Indie bahkan hingga dunia
internasional. Dalam Nederlands-Indie, Jami’at Kheir mengusahakan melakukan
jalinan perdamaian di antara orang-orang Arab dan menyelesaikan pertikaian
berdarah yang pernah terjadi di Jawa Timur.
Tidak semua langkah Jami’at Kheir direstui oleh
pemerintah Nederlands-Indie. Beberapa pengurusnya dihadapkan ke pengadilan, di
antara mereka
