Kamis, 09 Oktober 2014

Seragam KNIL Asli Buatan Garoet (Garut)

 





 Seragam-seragam OI Leger dan KNIL terdahulu

Seragam Garoet KNIL di masa Perang Dunia I



 Seragam Garoet/Garoet uniform KNIL terakhir

Grijs-Groen Katoenen Jas Model 1911


Sebagaimana telah diketahui secara umum, KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) merupakan organisasi militer Belanda yang bertugas di Nederlands-Indie. KNIL sendiri tadinya adalah Oost-Indisch Leger (Tentara Hindia-Timur) yang dibentuk oleh Gubernur Jenderal van den Bosch pada 4 Desember 1830, tepat setelah Perang Diponegoro usai. Pada tahun 1833, OI Leger diubah menjadi KNIL.

Personil KNIL sendiri terdiri dari prajurit bayaran atau sewaan yang (kebanyakan) berasal dari orang Eropa juga, misalnya Jerman dan Belgia. Undang-undang Belanda memang tidak mewajibkan militer bagi warga negaranya untuk ditempatkan di daerah jajahan. Ada juga tentara Belanda yang dimasukkan ke dalam KNIL karena melakukan pelanggaran atau disersi. Saat itu pilihannya ada dua, masuk KNIL atau dihukum.

Ada banyak pula orang pribumi yang direkrut. Pada tahun 1936 telah tercatat ada 33.000 orang pribumi dalam KNIL. Kebanyakan
para pribumi ini tidak menjadi perwira, alias menjadi prajurit biasa saja. Jadi ketika berhadapan dengan rakyat, maka kebanyakan tentara pribumi yang akan berada di garis depan.

Berdasarkan pengalaman yang didapat dari berbagai perang, atas inisiatif dari Komando Angkatan Darat KNIL dimulailah pengujian seragam lapangan baru di tahun 1908. Batalyon Infantri ke-10 di Batavia mulai mencoba seragam lapangan dari berbagai warna. Tetapi pada tahun 1910 dikeluarkan keputusan untuk mengenalkan seragam lapangan baru dari bahan katun tebal berwarna abu-abu hijau (Grijs-Groen Katoenen). Seragam lapangan baru ini kemudian dikenal dengan istilah katun garoet. Awalnya bahan ini didatangkan dari Twente, Belanda. Pengadaan seragam lapangan baru ini dikarenakan kebanyakan laskar pribumi yang melawan mereka juga mengenakan pakaian biru gelap yang dikenakan pasukan KNIL (Donkerblauw Uniform).

Seragam lengkap yang dinamakan Grijs-Groen Katoenen Jas Model 1911 resmi diperkenalkan pada tahun 1911. Seragam ini digunakan untuk kegiatan di lapangan. Untuk upacara, masih menggunakan Donkerblauw Uniform.

Perang Dunia I pecah di tahun 1914 dan berpengaruh pada pengadaan bahan kain seragam ini. Katun abu-abu hijau yang diimpor dan dikirim melalui transportasi laut dari Belanda ini pun menjadi sangat langka. Sebagai konsekuensinya, KNIL pun mengimpor bahan kapas abu-abu hijau dari Jepang dalam jumlah besar. Ternyata bahan kapas ini berkualitas buruk. Ketika dicuci, malah menjadi luntur. Pengiriman katun abu-abu hijau kembali lancar setelah Perang Dunia I usai.

Meski telah mengalami hal yang tidak menyenangkan soal bahan kapas abu-abu hijau, pada tahun 1926 produksinya pun mulai dilakukan di Cirebon. Tujuannya semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan kapas abu-abu hijau di Nederlands-Indie. Produksi dalam negeri ini ternyata mampu menghemat pengeluaran, apalagi saat itu tengah terjadi malaise (penurunan ekonomi) yang melanda dunia. Industri tekstil di Nederlands-Indie ini dapat memenuhi permintaan total KNIL di tahun 1934.

Penggunaan Donkerblauw Uniform sebagai seragam upacara pun dihapus dan digantikan oleh Grjis-Groen Katoenen Jas Model 1911. Hal ini dilakukan karena melimpahnya bahan seragam yang tersedia dan memiliki kualitas yang baik.

Di tahun 1936, pabrik tenun di Garut mulai memproduksi Grjis-Groen Katoenen dengan kualitas yang lebih baik dari seragam sebelumnya. Seragam ini disebut sebagai garoet-B. Saat itu, satu-satunya pabrik tenun di Garut adalah Preanger Bontweverij (PBW) yang kemudian disebut Pabrik Tenun Garut (PTG).

Meski tidak diproduksi di Garut, semua katun abu-abu hijau produksi 1926-1936 dari Belanda sering disebut sebagai garoet-A. Dengan kata lain, Grijs-Goren Katoenen oleh orang Belanda sering disebut sebagai jenis katun garoet (garoet-stof). Kemungkinan penamaan Grjis-Groen Katoenen dengan katun garoet ini dikarenakan katun produksi Garut adalah jenis yang terbaik.

Pembubaran KNIL pada tanggal 20 Juli 1950 menyebabkan menurunnya produksi Grijs-Groen Katoenen dari PTG. Entah produksinya masih berlanjut atau tidak setelah itu. PTG resmi berhenti beroperasi sejak tahun 1985. Penghancuran PTG untuk kepentingan pembangunan Mall Garut sangat disayangkan mengingat PTG dan Grijs-Gren Katoenen adalah peninggalan bersejarah yang apabila pemerintah dan masyarakat mau melestarikannya akan memberikan nilai historis dan (bisa jadi) mendatangkan nilai ekonomis pula, utamanya bagi dunia pemain reka ulang sejarah.


Sumber:
naratasgaroet.wordpress.com

2 komentar:

  1. sayang sisa2 bahan yg dipakai knil tidak bersisa ato di produksi lg. sehingga grup reenactor skrg sedikit sulit mencari bahan yg sama

    BalasHapus
  2. T-Shirts - T-Shirt - Titanium headers - T-Shirts
    T-Shirt blue titanium cerakote T-Shirt - titanium tv apk T-Shirt titanium cookware - 2016 ford fusion energi titanium T-Shirt. titanium belt buckle #TinMyTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintinYourTintin

    BalasHapus